Di bawah tekanan, Little League Baseball mengizinkan anak perempuan bermain

Pada 12 Juni 1974, Little League Baseball, Inc. mengumumkan keputusan untuk mengizinkan perempuan bermain baseball, sebagai respons terhadap perubahan sosial yang terjadi. Keputusan ini muncul setelah organisasi tersebut menghadapi berbagai tuntutan hukum di New Jersey dan di negara bagian lainnya. Didirikan pada 1939, liga ini resmi melarang perempuan berpartisipasi pada tahun 1951, namun perjuangan perempuan untuk bermain dimulai lebih awal. Kay Johnston, seorang gadis berusia 12 tahun dari New York, berhasil bergabung dengan tim Little League setelah menyamar dengan nama “Tubby” pada tahun 1950. Permasalahannya semakin intens ketika Maria Pepe, gadis berusia 12 tahun dari Hoboken, bergabung dengan tim Little League-nya pada tahun 1972 dan menjadi pitcher utama. Sayangnya, ia dipaksa untuk mundur setelah orang tua di sekitarnya mengajukan keluhan. Kasusnya menarik perhatian National Organization of Women yang kemudian mengajukan gugatan mewakili Pepe. Dalam sidang, wakil presiden eksekutif Little League berargumentasi bahwa perbedaan fisik membuatnya berbahaya bagi perempuan bermain melawan laki-laki. Namun, Sylvia Pressler, petugas sidang dari New Jersey Division on Civil Rights, menyatakan bahwa larangan ini melanggar hukum diskriminasi. Putusan ini kemudian ditegaskan oleh pengadilan tinggi New Jersey, memicu lebih banyak tuntutan hukum di seluruh negeri. Menghadapi tekanan yang semakin meningkat, Little League akhirnya mengubah aturannya pada Juni 1974 untuk mengizinkan perempuan bermain. Meskipun Maria Pepe sudah terlalu tua untuk bermain pada saat itu, banyak gadis lain mengikuti jejaknya. Sejak saat itu, jutaan gadis di Amerika telah berpartisipasi dalam tim Little League. Bagi Pepe, ini lebih dari sekadar baseball; ini adalah tentang sesuatu yang lebih besar — hak perempuan untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai aspek kehidupan.
"Hari ini dalam Sejarah" lainnya