Noam Chomsky menerbitkan buku terobosan “Struktur Sintaksis”

Noam Chomsky memperkenalkan teori revolusionernya tentang bahasa manusia melalui publikasi bukunya yang berjudul *Syntactic Structures* pada 14 Februari 1957. Buku ini menandai awal karirnya sebagai "bapak linguistik modern" dan turut memicu "revolusi kognitif" dalam psikologi dan bidang lainnya. Sebelum menerbitkan bukunya, Chomsky mengalami kesulitan menemukan penerbit, dan edisi pertama diterbitkan di Den Haag, Belanda. Dalam *Syntactic Structures*, Chomsky mengembangkan teori tata bahasa transformasional-generatif, di mana ia mengemukakan bahwa tata bahasa adalah sistem matematis dengan aturan yang tepat dan terbatas yang dapat menghasilkan kalimat tak terbatas. Salah satu kalimat terkenal yang terdapat dalam bukunya adalah "Colorless green ideas sleep furiously," yang menunjukkan kalimat dalam Bahasa Inggris yang secara sintaksis sempurna tetapi tidak bermakna secara semantik. Chomsky juga secara implisit berargumen bahwa manusia memiliki tata bahasa bawaan yang terhubung di dalam otak kita. Setelah penerbitan bukunya, Chomsky merumuskan dan menyederhanakan konsep tata bahasa universal yang menjadi pokok bahasan dalam karya-karya selanjutnya. Ia menekankan bahwa prinsip dan parameter universal dalam tata bahasa menjadi ciri khas bahasa manusia, serta bahwa rekursi adalah fitur bahasa yang penting. Karya Chomsky telah dibandingkan dengan teori evolusi Darwin atau teori ketidaksadaran Freud dalam hal kepentingannya yang mendasar. Selama lebih dari lima dekade, publikasi Chomsky menetapkan agenda riset dan memicu kontroversi dalam bidang linguistik. Pemikirannya tidak hanya mempengaruhi linguistik, tetapi juga psikologi, filsafat, ilmu komputer, dan kecerdasan buatan. Meskipun demikian, banyak kritik muncul terhadap gagasan tata bahasa universalnya, yang dianggap hanya berlaku untuk bahasa Eropa, serta tantangan dari studi perkembangan bahasa pada anak-anak yang menunjukkan bahwa beberapa klaim teoretisnya tidak dapat diuji. Selain itu, Chomsky juga dikenal sebagai kritikus tajam terhadap politik dan kebijakan luar negeri Amerika, dengan lebih dari 100 buku yang ditulis tentang berbagai topik mulai dari linguistik hingga ketidaksetaraan ekonomi.
"Hari ini dalam Sejarah" lainnya