Tragedi Besar bagi Charles Dickens

Pada 14 April 1851, Charles Dickens dan istrinya, Catherine, memiliki sepuluh anak, sebuah jumlah yang cukup menguras keuangan mereka. Dickens, yang awalnya ingin memiliki hanya empat anak, merasa terbebani dan mencurahkan rasa kesalnya pada istrinya yang berasal dari keluarga besar. Dia merasa kecewa karena tidak satu pun dari anak-anaknya menunjukkan semangat dan determinasi seperti dirinya, mengeluhkan bahwa ia telah membesarkan keluarga terbesar dengan keinginan terkecil untuk mandiri. Meski begitu, Dickens tetap menyayangi anak-anaknya. Pada hari yang tragis itu, putri tertuanya, Mary, mencatat bahwa ayahnya menghabiskan waktu bermain dengan anak-anak dan menggendong adik bungsunya, Dora, yang baru berusia tujuh setengah bulan. Dora lahir saat Dickens sedang menulis "David Copperfield", dan ia memberi putrinya nama yang sama dengan pengantin cilik dalam novel tersebut. Beberapa saat setelah kelahiran Dora, Catherine mengalami gangguan mental, dan Dickens mengirimnya ke Malvern, Worcestershire, untuk pemulihan. Dalam perjalanan kembali ke London untuk memberikan pidato di acara makan malam tahunan, Dickens mendapatkan kabar buruk tentang kematian Dora. Temannya, John Forster, yang memberitahukan berita itu, merasa sulit untuk menyampaikan kabar tersebut mengingat keadaan Dickens yang sedang berbicara tentang penderitaan dan kematian. Setelah mengetahui kehilangan tersebut, perubahan drastis terlihat di wajah Dickens, yang tampak sangat pucat dan sedih. Tugas selanjutnya baginya adalah memberitahu Catherine tentang kematian Dora. Takut akan dampak yang ditimbulkan, Dickens memilih untuk tidak langsung mengungkapkan kematian, melainkan memberitahunya bahwa Dora sedang "sangat sakit". Tragedi ini menjadi momen yang mengubah hidup keluarga Dickens selamanya.
"Hari ini dalam Sejarah" lainnya