Hari ini
20
01
Sen
02
Sel
03
Rab
04
Kam
05
Jum
06
Sab
07
Min
08
Sen
09
Sel
10
Rab
11
Kam
12
Jum
13
Sab
14
Min
15
Sen
16
Sel
17
Rab
18
Kam
19
Jum
20
Sab
21
Min
22
Sen
23
Sel
24
Rab
25
Kam
26
Jum
27
Sab
28
Min
29
Sen
30
Sel
...
06-12-1982
Satu juta orang berdemonstrasi di Kota New York menentang senjata nuklir
Pada 12 Juni 1982, sebuah kerumunan besar dan beragam berkumpul di Central Park, New York City, menuntut perlucutan senjata nuklir dan mengakhiri perlombaan senjata Perang Dingin. Diperkirakan lebih dari satu juta orang menghadiri demonstrasi ini, menjadikannya sebagai aksi perlucutan senjata terbesar dalam sejarah Amerika. Sejak Perang Dunia II, Amerika Serikat dan Uni Soviet terlibat dalam perlombaan senjata, dan ketegangan Perang Dingin mencapai puncaknya pada awal 1980-an. Presiden Ronald Reagan, yang menjabat pada tahun 1981, dikenal sebagai pendukung kuat penguatan arsenal nuklir Amerika dan menolak gagasan perjanjian perlucutan senjata. Retorikanya menghidupkan kembali gerakan anti-perang yang relatif tenang sejak akhir 1960-an dan awal 70-an. Organisasi gerakan ini khawatir bahwa Reagan lebih memilih perang nuklir daripada perlucutan senjata, sehingga mereka merencanakan demonstrasi besar-besaran di Midtown Manhattan bersamaan dengan Sesi Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perlucutan Senjata. Aksi di Central Park ini menarik perhatian aktivis dari seluruh dunia. Delegasi tiba dari berbagai wilayah, termasuk dari Amerika Utara, Bangladesh, hingga Zambia. Berbagai kelompok, mulai dari imam Katolik hingga anggota Partai Komunis, bergabung, mengusung berbagai tuntutan yang beragam. Beberapa spanduk yang terlihat antara lain “AS Keluar dari El Salvador” dan “Dunia Feminisme adalah Zona Bebas Nuklir.” Banyak yang menyerukan penghentian segera semua program senjata nuklir, sementara yang lain lebih moderat dan meminta pemulihan negosiasi perlucutan senjata. Aksi ini berjalan damai, dengan banyak peserta yang berkemah semalaman setelah kerumunan mulai bubar. Meski demonstrasi ini tidak langsung menghasilkan perjanjian perlucutan senjata baru, lima tahun kemudian AS dan Uni Soviet menandatangani Perjanjian INF, untuk pertama kalinya dalam sejarah, kedua negara sepakat untuk mengurangi persediaan senjata nuklir mereka.
"Hari ini dalam Sejarah" lainnya